Persaksian Perempuan dalam Persidangan Perdata Keluarga Islam di Peradilan Agama
DOI:
https://doi.org/10.56266/widyaborneo.v7i1.286Keywords:
Persaksian, Perempuan, Perdata Keluarga Islam, Pengadilan AgamaAbstract
Umumnya dalam beberapa kasus kesaksian atau pemberi saksi banyak yang mensyaratkan mesti laki-laki atau paling tidak satu kesaksian laki-laki berbading dengan dua kesaksian perempuan. Maka dari itu, studi ini akan menganalisis lebih jauh tentang kasus saksi dalam persidangan perdata keluarga Islam, apakah dalam persaksian dalam kasus perdata keluarga Islam di Peradilan Agama, persaksian yang diberikan mesti laki-laki atau boleh perempuan. Jenis kajian ini adalah studi kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Kesimpulan dari kajian ini menjelaskan bahwa dalam hukum acara persidangan keluarga Islam di Peradilan Agama, persaksian atau saksi perempuan diakui memiliki nilai pembuktian yang sama dengan persaksian atau saksi laki-laki. Terutama terkait perkara perceraian, saksi perempuan yang hadir pada muka sidang diakui dan memiliki kedudukan yang sama, sebagaimana seorang laki-laki yang didengar keterangannya ketika sedang bersaksi di muka sidang.
References
Al-Himah, L. A. (2009). Kesaksian Perempuan Benarkah Separuh Laki-laki. Musawa, 8(1), 1–30.
Al Maraghi, A. M. (1974). Tafsir al-Maraghi. Dar al-Fikr.
Andaryuni, L. (2017). Pemahaman Gender Dan Tingginya Angka Cerai Gugat Di Pengadilan Agama Samarinda. Fenomena, 9(2), 155–174. https://doi.org/10.21093/fj.v9i2.946.
Anshori. (2013). Women’S Testimony in View of ‘Ulamâ’ of Tafsîr. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 13(2), 295–302. https://doi.org/10.15408/ajis.v13i2.942.
Arfa, F. A., Marpaung, W. (2016). Metodologi Penilitian Hukum Islam (edisi revi). Prenadamedia Group.
Arto, M. (2007). Praktek Perkara Perdata Peradilan Agama (VII). Pustaka Pelajar.
Bahri, S. (2008). Kesaksian Perempuan Menurut Al-quran: Ajaran Yang Bias Jender. 7(1), 108–127.
Bakri, S. (2021). Women’s Leadership in Islam: a Historical Perspective of a Hadith. Indonesian Journal of Islamic Literature and Muslim Society, 5(2), 219–234. https://doi.org/10.22515/islimus.v5i2.3276.
Dahwadin, A, S., Sunarsa., Somantri, M. D., Syaripudin, E. I., & Fauziah, H. (2019). Revisting the Role of Women as Witnesses in Fiqh Justice. Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah, 19(1), 61–80. https://doi.org/10.15408/ajis.v19i1.11768.
Dewi, E. (2013). Pemikiran Amina Wadud Tentang Rekonstruksi Penafsiran Berbasis Metode Hermeneutika. Jurnal Substantia, 15(2), 145–167.
Efendi, S. (2007). Ringkasan Kitab Hadist Shahih Imam Bukhari.
Fadal, K. (2015). Tafsir Al-quran Transformatif: Perspektif Hermeneutika Kritis Hassan Hanafi. Jurnal Penelitian, 11(2), 249–266. https://doi.org/10.28918/jupe.v11i2.423.
Hamka. (1989). Tafsir Al Azhar. Pustaka Nasional PTE LTD.
Hendri, Y. (2009). Persaksian Perempuan Dalam Surat AL-Baqarag 282. Musawa, 1(2), 31–51.
Ibnu Katsir. (1992). Tafsir Al-Qur`an Al-‘Adzim. Maktabah Nur al-Ilmiyyah.
Ichwan, M. N., & Amin, F. (2022). Quraish Shihab’s Interpretation of Gender Equality In Tafsir Al-Misbah. HUMANISMA : Journal of Gender Studies, 6(1), 59. https://doi.org/10.30983/humanisme.v6i1.5406.
Irawan, M. D. (2016). Diskursus Relevansi Persaksian Perempuan Dalam Transaksi Keuangan. FALAH: Jurnal Ekonomi Syariah, 1(1), 38. https://doi.org/10.22219/jes.v1i1.2694.
Johny, R. H. (2009). Contempt of Court (Kajian Tentang Ide Dasar Dan Implementasinya Dalam Hukum Pidana). Jurnal Dinamika Hukum, 9(2), 135–144. https://doi.org/10.20884/1.jdh.2009.9.2.221.
Kementerian Agama RI. (2019). Al-Quran dan Tafsirannya. Lembaga Percetakan Departemen Agama.
Khairuddin. (2010). Kesaksian Perempuan Dalam Transaksi Muamalah Menurut Al Quran. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 9(2), 98. https://doi.org/10.24014/marwah.v9i2.475.
Koburtay, T., Abuhussein, T., & Sidani, Y. M. (2022). Women Leadership, Culture, and Islam: Female Voices from Jordan. Journal of Business Ethics, 2018. https://doi.org/10.1007/s10551-022-05041-0.
Latif, H. (2020). Penafsiran Ayat A-Quran Tentang Kesaksian Seorang Lelaki dan Dua Perempuan Dalam Tinjauan Maqhashid Shariah. Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah, 17(1), 60–69.
Maghfirah., Maulidizen, A., & Hasbullah. (2020). Women’s Leadership in Islam with Asbāb al-Wurūd Approach. Madania: Jurnal Kajian Keislaman, 24(2), 145-154. https://doi.org/10.29300/madania.v24i2.3433.
Marhumah, E. (2009). Kesaksian Perempuan Dalam Hadis Nabi. Musawa, 1(3), 53–75.
Maryani. (2017). Saksi Wanita dalam Putusan Perceraian menurut Hukum Islam. Al-Qisthu: Jurnal Kajian Ilmu-Ilmu Hukum, 15(1), 57–64.
Muhaimin. (2019). Restoratif Justice dalam Penyelesaian Tindak Pidana Ringan. Jurnal Penelitian Hukum De Jure, 19(2), 185-206. https://doi.org/10.30641/dejure.2019.v19.185-206.
Nasicha, D., Himmah, A., & Yaqien, N. (2017). Kepemimpinan Perempuan Dalam Perspektif Islam. 2(2), 143.
Nugraha, M. T. (2019). Aisyah sebagai figur emansipasi perempuan dunia. Raheema, Jurnal Studi Gender Dan Anak, 6(2), 217-226.
Nugroho, E. C. (2011). Menghargai Modus-modus Esensial Manusia Sebagai Upaya Mengatasi Problem Dehumanisasi di Indonesia. Humanika, 14(1), 9–10.
Parwanto, W. (2023). Konsep Poligami Dalam Hermeneutika Amina Wadud. Al-Aqwal: Jurnal Kajian Hukum Islam, 2(1), 41–58.
Parwanto, W. (2018). Reinterpretasi Kesaksian Perempuan dalam Qs. Al-Baqarah [2] : 282 (Menelisik Antara Pemahaman Normatif-Tekstualis dan Historis-Kontekstualis). Raheema, 282, 87–105.
Parwanto, W. (2019). Struktur Epistemologi Naskah Tafsir Surat Al-Fatihah Karya Muhammad Basiuni Imran Sambas, Kalimantan Barat. Jurnal At-Tibyan: Jurnal Ilmu Alquran Dan Tafsir, 4(1), 143–163. https://doi.org/10.32505/tibyan.v4i1.783.
Parwanto, W. (2022). Penafsiran Kesetaraan Gender Perspektif Tokoh Nahdlatul Ulama: Abdul Somad, Bahauddin Nursalim dan Idrus Ramli Dalam Tafsir Verbal di Media Sosial. Mimikri:Jurnal Agama Dan Kebudayaan, 8(1), 71-88.
Parwanto, W. (2022a). Penafsiran Ulang Konsep “Kontekstualisasi” dalam Hadis: Kajian atas Hadis Tentang Kepemimpinan Perempuan. 1(2).
Parwanto, W. (2022b). The Paradigm of Allegorical Interpretation of Heaven (Surga) in Indonesian- Contemporary Interpretation: A Study of Tafsir Al-Misbah by M. Quraish Shihab. Ad-Dhikra, 4(2), 173–192.
Parwanto, W., Wahyuni, D., & Huda, D. (2023). Pandemi Covid-19 Dan Relevansinya Terhadap Jumlah Perkara Perceraian Di Pengadilan Agama Manna Kota Manna, Bengkulu Selatan. Jurnal Analisa Pemikiran Insaan Cendikia, 6(1), 86–99. https://doi.org/10.54583/apic.vol6.no1.118.
Perdana, T. A. (2021). Kontekstualisasi Kisah Maryam Di Dalam Al-Qur’an Sebagai Basis Teladan Generasi Muda Muslim Era Kontemporer. Taqaddumi: Journal of Quran and Hadith Studies, 1(1), 64. https://doi.org/10.12928/taqaddumi.v1i1.4168.
Qamar, N., & Rezah, F. S. (2020). Metode Penelitian Hukum (I). CV.Social Politic Genius (SIGn).
Rahim, A., & Bakri, K. (2020). Studi Komparasi Kesaksian Wanita Dalam Hukum Pidana Islam dan Hukum Perdata Islam. Bustanul Fuqaha, 1(1), 16–27.
Rasyid, A. (2020). Kesaksian Dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal El-Qanuniy: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan Dan Pranata Sosial, 6(1), 29–41. https://doi.org/10.24952/el-qanuniy.v6i1.2442.
Ridho. (2020). Reformulasi Tafsir: Studi Pemikiran Gender Asghar Ali Engineer. Sophist: Jurnal Sosial Politik Kajian Islam Dan Tafsir, 2(2), 218–251.
Ridho, M. R. (2011). Tafsir Al-Qur`an Al-Hakim (Tafsir Al-Manar). Darr Al-Manar.
Roihanah, R., & Cornelia, I. (2019). Analisis Yuridis Kekuatan Alat Bukti Saksi Testimonium De Auditu Dalam Sidang Perceraian Di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun. Al-Syakhsiyyah: Journal of Law & Family Studies, 1(1). https://doi.org/10.21154/syakhsiyyah.v1i1.1820.
Samudra, T. (2004). Hukum Pembuktian Dalam Acara Perdata (II). Penerbit Alumni.
Shalahuddin, H. (2016). Konsep Kesetaraan dalam Kesaksian Perempuan: Antara Perspektif Wahyu dan Perspektif Gender. Tsaqafah, 12(2), 369–386. https://doi.org/10.21111/tsaqafah.v12i2.761.
Shihab, M. Q. (2011). Memabaca Sirah Nabi Saw. Dalam Sorotan Al-Qur`an Dan Hadis Shahih. Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir Al Misbah : Pesan, Kesan dan Keserasian Al-QUr’an. Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2009). Perempuan. Lentera Hati.
Shihab, M. Q., Yatim, B., Sukardja, A., Rosyada, D., & Umar, N. (1999). Sejarah Ulum Al--Qur’an (A. Azra (ed.)). Pustaka Firdaus.
Solong, N. P., & Podungge, R. (2019). Bias Gender Dalam Pendidikan Islam. Irfani, 15(1), 26–44. https://doi.org/10.30603/ir.v15i1.1053.
Sunarto, A. (1991). Terjemahan Shohih Bukhori Jilid 1 (1st ed.). CV. Asy Syifa’.
Suriansyah, E. (2017). Merombak Struktur, Membentuk Kultur (Studi Pemikiran Siti Musdah Mulia). Jurnal Studi Agama Dan Masyarakat, 13(2), 293. https://doi.org/10.23971/jsam.v13i2.693.
Syamsuddin. (2021). Differing Responses to Western Hermeneutics a Comparative Critical Study of M. Quraish Shihab’s and Muhammad ‘Imara’s Thoughts. Al-Jami’ah, 59(2), 479–512. https://doi.org/10.14421/ajis.2021.592.479-512.
Syuhudi, M. I. (2022). Berbagi Kuasa: Kesetaraan Peran Suami Istri Dalam Rumah Tangga. MIMIKRI Jurnal Agama Da Kebudayaan, 8(1), 207 -229.
Wahyudi, M. I. (2009). Nilai Pembuktian Saksi Perempuan Dalam Hukum Islam. Musawa, 1(6), 113–124.
Wendi dan Herlambang. (2023). Paradigm Shifts in the Interpretation of Heaven Illustration Among Indonesian Mufassirin : A Comparative Analysis of As-Singkili, Hamka dan M. Quraish Shihab. Studi Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 24(1), 1–12. https://doi.org/10.14421/qh.v24i1.4454.
Zailani, B. K., & Chalida, S. (2016). Tentang Gender Dalam Perspektif Fiqh Al-Hadits. Jurnal Ushuluddin, 24(1), 37–50.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Dwi Sakti Muhamad Huda, Desi Wahyuni, Wendi Parwanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










