Tafsiran Teks Keluaran 16:1-36 dan Implikasinya bagi Fenomena Food Waste dan Food Loss
DOI:
https://doi.org/10.56266/widyaborneo.v7i2.307Keywords:
Keluaran 16, Food Waste, Food Loss, Teologi MakanAbstract
Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan sikap-sikap terhadap fenomena food waste dan food loss. Limbah makanan mengakibatkan kerusakan ekologis serta kerugian ekonomi dan sosial. Ketika data ffood waste dan food loss sangat tinggi, pada saat yang sama kasus bencana kelaparan juga tidak sedikit. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, metode deskriptif, dan pendekatan hermeneutik. Penulis menafsirkan teks Keluaran 16:1-36 menggunakan analisis hermeneutik gramatikal-historis untuk menganalisis konteks historis dan sintaksis dari teks. Hasil penafsiran ini kemudian mengonstruksikan perilaku konsumsi yang dapat meminimalisir food waste dan food loss. Penulis menemukan bahwa makanan dalam teks Keluaran 16:1-36 memiliki nilai teologis, sosiologis, dan nilai ekonomis. Makanan adalah sarana Tuhan untuk merawat kehidupan dan untuk mewujudkan kesetaraan sosial. Oleh karena itu, perilaku konsumsi harus sesuai dengan kebutuhan. Distribusi makanan harus memperhatikan distribusi dari tempat yang berlimpah makanan ke tempat yang kekurangan makanan. Kemudian produsen harus memperlengkapi pekerjanya dengan keterampilan dan waktu istirahat untuk mengoptimalkan kualitas pekerjaan. Perilaku konsumsi inilah yang harus ditaati agar dapat mengubah perilaku makan maupun pengolahan makanan, sehingga dapat meminimalisir food waste dan food loss.
References
Alexander, T. D. (2017). Exodus. London: Apollos.
Alexander, T. D., & Baker, D. W. (Eds.). (2003). Dictionary Old Testament Pentateuch. Downers Groove, Illinois: InterVarsity Press.
Anderson, R. D. (2018). Surat 1 Korintus: Membereskan Jemaat Urban yang Muda. Surabaya: Momentum.
Aprilia, P. D. (2022). Tinjaun terhadap Food Waste berdasarkan Teori Bioregionalisme Richard Evanoff dan Segitiga Steiner-Evanoff-UKDW. Integritas, 4(2), 137–149. https://doi.org/10.47628/ijt.v4i2.140.
Barth, C. (2012). Teologi Perjanjian Lama 1. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Davies, G. I. (2020). A Critical and Exegetical Commentary on Exodus 1–18. London: T & T Clark.
Fathimahhayati, L. D., Pawitra, T. A., & Purnomo, T. B. (2023). Optimalisasi Waktu Istirahat Berdasarkan Tingkat Beban Kerja Fisiologis. Jurnal Media Teknik & Sistem Industri, 7(2), 112–121. https://doi.org/10.35194/jmtsi.v7i2.3245.
Hamilton, V. P. (2011). Exodus: An Exegetical Commentary. Grand Rapids, Michigan: Baker Academic.
Handoyo, M. A. P., & Asri, N. P. (2023). Kajian Tentang Food Loss dan Food Waste: Kondisi, Dampak, dan Solusinya. Agritepa, 10(2), 247–258. https://doi.org/10.37676/agritepa.v10i2.4579.
Hermanu, B. (2022). Pengelolaan Limbah Makanan (Food Waste) Berwawasan Lingkungan. Jurnal Agrifoodtech, 1(1), 1–11. https://doi.org/10.56444/agrifoodtech.v1i1.52.
Hidayat, S. I., Ardhany, Y. H., & Nurhadi, E. (2020). Kajian Food Waste untuk Mendukung Ketahanan Pangan. Agriekonomika, 9(2), 171–182. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v9i2.8787.
Kass, L. R. (2021). Founding God’s Nation: Reading Exodus. London: Yale University Press.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas Republik Indonesia. (2021). Food Loss and Waste in Indonesia: Supporting the Implementation of Circular Economy and Low Carbon Development. Retrieved from https://lcdi-indonesia.id/wp-content/uploads/2021/07/Report-Kajian-FLW-ENG.pdf.
Laoli, S. (2023). Konsep Ketaatan berdasarkan Bilangan 21:4-9 dan Implikasinya bagi Hidup Orang Percaya. Yada, 1(2), 41–56.
Patang, A. (2022). Ujian Abraham yang Melampaui Batasan Normal Berdasarkan Kejadian 22:1-19. Jurnal Ilmu Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 3(2), 74–86. http://dx.doi.org/10.25278/jitpk.v3i2.686.
Saruran, G. (2020, November). Jejak Pemikiran Calvin dalam Orientasi Diakonia Gereja Toraja. Retrieved March 25, 2024, from https://www.youtube.com/watch?v=hp2dCrAgp6A
Setiawidi, A. (2023). Menggeser Fokus: Dari Penyembuhan kepada Pengakuan Verbal: Sebuah Tafsir Ulang atas Bilangan 21:4-9 dan Kontribusinya bagi Teologi. Gema Teologika, 8(1), 67–80. https://doi.org/10.21460/gema.2023.81.975.
Silalahi, H. (2018). HISTORICAL-GRAMATICAL: Sebuah Metode Hermeneutik dalam Menemukan Makna yang Tersembunyi dalam Teks-Teks Alkitab. TE DEUM: Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan, 8(1), 17–49. from https://doi.org/10.51828/td.v8i1.43.
Simanjuntak, F., Baito, L., & Marpaung, W. H. (2022). Dari Padang Gurun Hingga ke Belantara Posmodernisme: Refleksi Perjalanan Spiritualitas Gereja. Kurios, 8(1), 1–13. https://doi.org/ 10.30995/kur.v8i1.481 %0A %0A.
Singgih, E. G. (2023). Garis Besar Teologi-teologi Perjanjian Lama. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Spittler, R. P. (2013). Pemahaman Dasar Kitab Korintus. Malang: Gandum Mas.
Suprandono, Y. R. (2021). Reinterpretasi Sabat Keluaran 20:8-11: Pendekatan Teologi Perjanjian Lama Posmodern dalam Dialog dengan Perbudakan Modern Perdagangan Manusia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Tanhidy, J. (2014). Makna Makan dalam Perspektif Alkitab: Suatu Refleksi bagi Pelaku Bisnis Wisata Kuliner. Jurnal Simpson, 1(1), 121–130.
Vorster, J. M. (2011). “Go out and Gather Each Day ...”: Implications of the Ethics of Exodus 16 for Modern Consumerism. Koers, 76(1), 171–192.
Winarjo, H. (2023). Makan Sebagai Sarana Pengasuhan, Persekutuan, dan Hospitalitas: Sebuah Konstruksi Teologi Makan dengan Lensa Trinitarian. Kurios, 9(1), 81–94. https://doi.org/10.30995/kur.v9i1.556.
Yevun, G. (2022). Mengapa Harun Tidak Dihukum dalam Kasus Patung Anak Lembu Emas? Sebuah Analisis Teologis. Track, 1(2), 119–132. https://doi.org/10.61660/tep.v1i2.26.
Yusrifa, F. (2022). Pekewuh: Etika Makan Masyarakat Jawa dan Implikasinya Terhadap Peningkatan Kuantitas Sampah Makanan. Jurnal Paradigma, 3(2), 126–138. https://doi.org/10.22146/jpmmpi.v3i2.74997.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Jefri Andri Saputra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.










